FLORES, NTT – Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur kembali bergemuruh. Setelah memuntahkan abu vulkanik sebanyak delapan kali selama akhir pekan, otoritas Indonesia menetapkan status siaga level tertinggi pada Minggu malam (18/5/2025).

Letusan susulan kembali terjadi pada Senin pagi (19/5), dengan kolom abu mencapai ketinggian lebih dari 1.200 meter di atas puncak. Asap dan material vulkanik terlihat jelas membumbung ke langit, menandai meningkatnya aktivitas dari gunung setinggi 1.584 meter tersebut.

“Aktivitas vulkanik masih sangat tinggi. Letusan susulan masih mungkin terjadi dengan intensitas yang lebih besar,” kata Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, dalam pernyataan resminya.

Pihak berwenang telah mengimbau warga agar tidak beraktivitas dalam radius 6 kilometer dari kawah aktif. Masyarakat juga diminta mengenakan masker untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik yang bisa membahayakan kesehatan pernapasan.

Selain potensi letusan lanjutan, ancaman lahar dingin juga menjadi perhatian serius, terutama jika terjadi hujan lebat di sekitar kawasan gunung. Warga yang tinggal di aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung diminta waspada dan siap mengungsi sewaktu-waktu.

Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan terkait korban jiwa maupun evakuasi besar-besaran. Namun, pemantauan intensif terus dilakukan oleh tim Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Gunung Lewotobi Laki-Laki merupakan bagian dari pasangan kembar dengan Gunung Lewotobi Perempuan. Kawasan ini memang dikenal aktif secara geologis. Sebelumnya, letusan besar pernah terjadi pada akhir 2023, menyebabkan korban jiwa dan ribuan warga mengungsi.

Indonesia sendiri berada di atas “Cincin Api Pasifik”, jalur gunung api paling aktif di dunia, sehingga fenomena letusan seperti ini bukan hal asing. Meski begitu, masyarakat tetap diminta tidak lengah.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun waspada. Ikuti arahan pemerintah daerah dan petugas di lapangan,” tegas Wafid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *