KUNINGAN – Bencana angin kencang di Kuningan yang disertai hujan deras melanda wilayah Dusun Manis, Desa Sindang Barang, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, pada Senin (26/5/2025) sekitar pukul 14.30 WIB. Dalam insiden ini, satu rumah warga mengalami kerusakan parah di bagian atap dan tembok samping.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, membenarkan bahwa peristiwa tersebut merupakan bagian dari rangkaian cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah dataran tinggi Kuningan.
“Tidak ada korban jiwa, namun rumah milik warga bernama Pak Azis rusak cukup parah akibat terpaan angin. Atapnya beterbangan dan tembok samping roboh,” jelas Indra kepada media.
Kronologi Terjadinya Bencana Angin Kencang di Kuningan
Menurut informasi dari tim reaksi cepat BPBD Kuningan, hujan dengan intensitas sedang mulai turun sekitar pukul 14.24 WIB. Hanya berselang satu menit, bencana angin kencang di Kuningan mulai menyapu permukiman warga. Dalam hitungan detik, bagian atap rumah terdampak lepas, disusul ambruknya tembok sisi kanan bangunan.
Warga sekitar sempat panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. “Tiba-tiba angin datang kencang, terdengar suara gemuruh dari genting rumah yang terlepas. Kami semua ketakutan,” ungkap Sumarni, tetangga korban.
Respons Cepat Aparat dan Warga
Pemerintah desa setempat segera berkoordinasi dengan kecamatan, TNI, Polri, dan BPBD Kabupaten Kuningan. Aparat bergerak cepat melakukan evakuasi dan asesmen awal di lokasi kejadian.
“Kami langsung menurunkan Tim Reaksi Cepat untuk mendata kerusakan dan mengevakuasi puing-puing yang membahayakan,” jelas Indra.
Masyarakat sekitar juga ikut turun tangan membantu membersihkan puing dan menutup sementara atap rumah menggunakan terpal. Sikap gotong royong ini membantu mempercepat proses pemulihan pasca bencana.
Kondisi Terkini dan Penanganan Lanjutan
Hingga Senin malam, kondisi telah berangsur pulih. Warga yang terdampak kini mengungsi sementara ke rumah keluarga terdekat. Pemerintah desa tengah menyusun laporan resmi untuk pengajuan bantuan perbaikan ke dinas terkait.
Kepala Desa Sindang Barang, Usep Sutisna, menuturkan bahwa proses pendataan sudah selesai. “Kami sudah sampaikan laporan ke BPBD dan Dinsos agar bantuan stimulan bisa segera dikucurkan,” ucapnya.
Peringatan dan Imbauan dari BPBD
BPBD Kabupaten Kuningan mengingatkan masyarakat untuk tetap siaga terhadap bencana angin kencang di Kuningan yang bisa saja berulang dalam waktu dekat. Berdasarkan informasi dari BMKG, potensi hujan lebat disertai angin masih tinggi di kawasan perbukitan hingga akhir pekan ini.
“Kami mengimbau masyarakat memangkas dahan pohon besar di sekitar rumah dan memperkuat struktur bangunan, khususnya atap,” tambah Indra.
Masyarakat juga diminta segera melapor ke aparat desa atau BPBD jika melihat tanda-tanda cuaca ekstrem, seperti awan gelap pekat dan perubahan suhu drastis.
Upaya Pencegahan dan Edukasi Mitigasi Bencana
Sebagai bagian dari langkah preventif, BPBD akan menggelar pelatihan kebencanaan berbasis desa. Program ini akan menyasar wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi, termasuk Jalaksana, Darma, Cigugur, dan Hantara.
“Kami ingin warga tidak hanya tanggap saat bencana, tapi juga siap sebelum bencana datang,” ujar Indra.
Program ini akan melibatkan perangkat desa, relawan, hingga siswa sekolah, agar budaya siaga bencana tertanam sejak dini.
Pelajaran dari Bencana Angin Kencang di Kuningan
Peristiwa ini memperlihatkan betapa cepatnya bencana bisa terjadi, bahkan dalam hitungan menit. Meski hanya satu rumah yang terdampak, kerusakan cukup parah dan mengganggu aktivitas harian warga.
Bencana angin kencang di Kuningan menjadi peringatan penting bagi warga untuk tidak menyepelekan peringatan dini cuaca ekstrem. Apalagi, wilayah Kabupaten Kuningan memiliki topografi pegunungan dan dataran tinggi yang rawan cuaca ekstrem.
Sementara pemerintah dan aparat bekerja keras melakukan penanganan, warga juga diharapkan aktif menjaga lingkungan sekitar agar lebih tahan terhadap bencana.

