Aturan Terbaru Sekolah di Jawa BaratIlustrasi

BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara resmi menetapkan aturan baru mengenai jam belajar di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK. Kebijakan ini akan berlaku mulai tahun ajaran baru 2025/2026 pada Juli mendatang. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa seluruh sekolah di Jawa Barat akan memulai kegiatan belajar pada pukul 06.30 WIB.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Gubernur Dedi Mulyadi melalui keterangan pers dan video yang diunggah ke berbagai kanal resmi pada Rabu (4/6/2025). Dalam video tersebut, Dedi membantah isu yang sempat beredar bahwa sekolah di Jawa Barat akan dimulai pukul 06.00 pagi. Ia menegaskan bahwa dalam Surat Edaran resmi sudah dijelaskan dengan tegas bahwa jam masuk adalah pukul 06.30 WIB, bukan sebelumnya.

“Masuk sekolah itu jam 06.30. Bukan jam 6.00. Silakan cek langsung Surat Edarannya,” ujar Dedi Mulyadi, seperti dilaporkan oleh Kompas.

Rincian Terbaru Jam Belajar Sekolah di Jawa Barat

Berdasarkan Surat Edaran Nomor: 58/PK.03/DISDIK yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat, kegiatan belajar akan dimulai pukul 06.30 dan berlangsung selama 195 menit per hari dari Senin hingga Kamis. Pada hari Jumat, kegiatan belajar akan sedikit lebih singkat yaitu selama 120 menit. Perubahan ini berlaku menyeluruh di seluruh satuan pendidikan di wilayah Jawa Barat, baik negeri maupun swasta.

Kepala SMAN 19 Bandung, Imam Lubisasono, menyatakan bahwa pihak sekolah telah menerima pemberitahuan resmi dan akan mulai menerapkan kebijakan tersebut pada awal tahun ajaran mendatang. “Kami sudah mendapatkan suratnya, dan akan mulai implementasi pada Juli,” kata Imam, sebagaimana dikutip oleh Kompas Bandung.

Visi “Panca Waluya”: Reformasi Pendidikan Jawa Barat

Gubernur Dedi Mulyadi menyebut bahwa kebijakan ini adalah bagian dari strategi besar Pemprov Jabar untuk memperbaiki mutu pendidikan dan membentuk karakter siswa sejak dini. Ia menyampaikan bahwa reformasi ini bertujuan mencetak generasi muda dengan karakter Panca Waluya, yang terdiri dari nilai-nilai: cageur (sehat), bageur (baik), bener (jujur), pinter (cerdas), dan singer (terampil).

“Kami ingin pendidikan di Jawa Barat tidak hanya menghasilkan anak-anak yang pintar secara akademis, tapi juga memiliki karakter yang kuat dan akhlak yang baik,” jelas Dedi.

PR Resmi Dihapus

Selain mengatur ulang jam masuk sekolah di Jawa Barat, Dedi Mulyadi juga menegaskan bahwa pekerjaan rumah (PR) akan dihapuskan dari kurikulum harian. Semua tugas akan diselesaikan di sekolah, agar anak-anak bisa menggunakan waktu di rumah untuk kegiatan yang lebih produktif dan menyehatkan seperti istirahat, berolahraga, atau membantu orang tua.

“Anak-anak cukup belajar di sekolah. Pulang ke rumah mereka harus punya waktu berkualitas bersama keluarga,” ucap Dedi, seperti dilansir dalam laporan Kompas.

Penguatan Disiplin Lewat Jam Malam Pelajar

Untuk mendukung kebijakan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama kepolisian dan Satpol PP mulai menerapkan imbauan jam malam bagi pelajar sekolah di Jawa Barat. Tim gabungan dari Polrestabes Bandung dan Satpol PP melakukan patroli dan sosialisasi di area publik untuk mengingatkan para siswa agar kembali ke rumah sebelum pukul 21.00 WIB.

Salah satu petugas menyampaikan imbauan secara langsung kepada para pelajar melalui pengeras suara, “Adik-adik pelajar yang masih di luar, mohon segera pulang. Jam malam untuk pelajar berlaku sampai pukul 21.00 WIB,” ujar petugas seperti dilaporkan Kompas Regional Bandung.

Reaksi Masyarakat dan Evaluasi Awal

Meski menuai respons beragam, kebijakan ini umumnya disambut positif oleh kalangan pendidik dan sebagian orang tua siswa. Beberapa menganggap bahwa jam belajar lebih pagi akan melatih kedisiplinan dan manajemen waktu sejak dini. Namun, ada pula yang mengkhawatirkan kesiapan anak-anak yang harus bangun lebih pagi dari biasanya, terlebih untuk wilayah pedesaan yang transportasinya masih terbatas.

Sejumlah organisasi profesi guru menyatakan siap beradaptasi, namun meminta agar Pemprov juga memperhatikan sarana pendukung seperti pencahayaan kelas, transportasi siswa, dan ketersediaan sarapan pagi sehat untuk menunjang stamina anak-anak.

Klarifikasi Isu Jam Masuk Pukul 06.00

Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa sekolah di Jawa Barat akan dimulai pada pukul 06.00 WIB, namun Gubernur Dedi Mulyadi secara tegas membantahnya. Dalam wawancara dengan Kompas, Dedi menyebut bahwa informasi tersebut tidak benar dan meminta masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang belum diverifikasi.

Penyesuaian Transportasi dan Infrastruktur

Pemerintah daerah juga akan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan untuk menyesuaikan jadwal layanan transportasi publik agar mendukung mobilitas siswa sekolah di Jawa Barat. Sejumlah daerah di Jawa Barat, seperti Bogor, Depok, dan Garut, sudah mulai merancang skema pengaturan lalu lintas pagi agar tidak terjadi kemacetan saat jam masuk sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *