KUNINGAN – Sebanyak 42 pelajar SMP di Kabupaten Kuningan yang dinilai memiliki perilaku menyimpang akan mengikuti program pembinaan karakter bertajuk Barak Militer, hasil kolaborasi Kodim 0615/Kuningan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan. Program ini akan berlangsung selama dua pekan, mulai 19 Mei hingga 1 Juni 2025, di kompleks BKPSDM Desa Cikaso, Kecamatan Kramatmulya.

Tidak seperti stigma “militerisasi” yang keras, program ini diklaim bebas dari praktik kekerasan. Fokusnya adalah pendekatan pembinaan mental dengan metode disiplin, nilai kebangsaan, dan tanggung jawab sosial.

“Kegiatan ini murni pembinaan. Tidak ada penindasan. Yang ditekankan adalah nilai kedisiplinan, rasa syukur, dan tanggung jawab,” tegas Pasi Ter Kodim 0615/Kuningan, Kapten Inf Sudrajat, Sabtu (18/5/2025).

Sudrajat menjelaskan, para siswa yang ikut program ini berasal dari berbagai sekolah dan dikirim langsung oleh orang tua mereka. “Alasannya hampir sama. Anak-anak mereka sulit diarahkan. Orang tua berharap lewat Barak Militer, anak-anak bisa berubah lebih baik,” ungkapnya.

Sebelum pembukaan resmi pada Senin (19/5/2025) pagi di Markas Kodim Kuningan, seluruh peserta akan menjalani registrasi dan pemeriksaan perlengkapan. Orang tua tidak diperkenankan masuk lokasi. Seluruh biaya selama program ditanggung penuh oleh penyelenggara. Barang pribadi seperti ponsel dan uang juga dilarang dibawa.

Menurut Kapten Arh Reza Ramdan Pahlevi, Pasi Ops Kodim 0615/Kuningan, lokasi pelatihan telah ditinjau langsung oleh Dandim dan dinyatakan layak. “Fasilitas dan lingkungan sangat mendukung untuk pembinaan,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan total, pelaksanaan program juga dikawal oleh Dinas Kesehatan, Kepolisian, hingga pihak BKPSDM. Sekretaris BKPSDM Dodi Sudiana turut mendampingi pengecekan lokasi.

Selama program berlangsung, siswa tetap akan mendapatkan pelajaran sekolah seperti PPKN, Pendidikan Agama, dan sesi konseling. Sementara materi dari TNI akan difokuskan pada bela negara, kedisiplinan, dan pembentukan karakter kebangsaan.

“Ini bukan hukuman, tapi langkah preventif untuk membentuk mental generasi muda yang tangguh. Harapan kami, output-nya nanti benar-benar terlihat. Anak-anak kembali ke lingkungan sekolah dan masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujar Kapten Reza.

Program ini menjadi preseden baru dalam pembinaan pelajar bermasalah di Kuningan. Pemerintah daerah dan unsur TNI berupaya menjawab keresahan orang tua dengan pendekatan edukatif, bukan represif.

One thought on “Puluhan Siswa “Bandel” Ikut Program Barak Militer di Kodim Kuningan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *