KUNINGAN – Dalam upaya serius untuk mencegah kenakalan remaja, Pemerintah Kabupaten Kuningan menggagas Program Karakter Semi Militer Kuningan untuk siswa tingkat SMP. Program ini menjadi yang pertama di wilayah Ciayumajakuning, dengan konsep karantina penuh selama dua minggu. Kegiatan ini resmi dibuka pada Senin, 19 Mei 2025, di kompleks BKPSDM Kuningan, Desa Cikaso, Kecamatan Kramatmulya.
Tujuan Program: Tumbuhkan Karakter Positif dan Disiplin
Melalui pendekatan semi militer, siswa diajarkan disiplin, kepemimpinan, nilai-nilai kebangsaan, serta kecerdasan emosional dan sosial. Konsep ini dirancang untuk membentengi pelajar dari pengaruh negatif media sosial, pergaulan bebas, dan penurunan nilai moral.
Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar menekankan bahwa program ini adalah bentuk kepedulian terhadap perkembangan mental remaja.
“Kami ingin generasi muda Kuningan tumbuh dengan karakter kuat, empati tinggi, dan mental tangguh. Ini bukan hukuman, tapi pembinaan,” jelasnya.
Aturan Ketat Tanpa Gawai: Fokus pada Kemandirian
Salah satu keunikan dari Program Karakter Semi Militer Kuningan adalah larangan membawa gawai, uang, atau perangkat digital lainnya. Peserta diajak hidup disiplin dan mandiri. Seluruh kebutuhan hidup disediakan panitia melalui anggaran APBD.
Kegiatan setiap hari dimulai sejak subuh dengan salat berjamaah, olahraga, pelatihan karakter, hingga sesi malam yang diisi dengan refleksi moral dan kajian keagamaan.
Latihan Fisik, Mental, dan Moral
Letkol Arh Kiki Aji Wiryawan, Dandim 0615/Kuningan, menyebutkan bahwa program ini tidak sekadar berisi latihan fisik seperti baris-berbaris atau push-up, tetapi juga pembinaan karakter berbasis agama dan nilai lokal.
“Setiap anak diajak menjalani rutinitas dengan nilai moral yang kuat. Ini adalah pendidikan karakter, bukan pendidikan militer,” ujarnya.
Didukung oleh Berbagai Elemen Masyarakat
Program ini melibatkan banyak pihak, mulai dari guru BK, KPAID, tenaga medis, psikolog, hingga tokoh agama dan pendidik. Sebelum mengikuti kegiatan, semua peserta menjalani pemeriksaan kesehatan dan screening psikologis.
Pemerintah memastikan bahwa program ini bebas kekerasan, aman secara fisik maupun mental, serta diawasi oleh pengawas internal dan eksternal.
Dukungan dan Harapan dari Pimpinan Daerah
Hadir dalam pembukaan antara lain Wakil Bupati Tuti Andriani, Kapolres AKBP Ali Akbar, Wakil Ketua DPRD Saw Tresna Septiani, Kadisdikbud Uu Kusmana, Pj Sekda Beni Prihayatno, dan Ketua KPAID Wilayah Cirebon Fifi Sofiah. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama untuk membina generasi muda yang berkualitas.
Menuju Program Tahunan dengan Skala Lebih Luas
Pemkab Kuningan berencana menjadikan Program Karakter Semi Militer Kuningan sebagai program tahunan. Tahun depan, jumlah peserta direncanakan lebih banyak dan berasal dari berbagai kecamatan.
Langkah ini sejalan dengan upaya membangun generasi muda Kuningan yang siap menghadapi tantangan zaman digital, namun tetap berakar pada nilai-nilai luhur bangsa.
Dampak Jangka Panjang Program Karakter Semi Militer Kuningan
Dengan dilaksanakannya Program Karakter Semi Militer Kuningan, pemerintah berharap dapat membentuk remaja yang tidak hanya cerdas secara akademik, namun juga memiliki ketangguhan mental, spiritual, dan emosional. Salah satu nilai utama yang ditanamkan adalah rasa hormat kepada orang tua, guru, dan sesama, yang kini mulai memudar di tengah derasnya arus globalisasi dan teknologi.
Selain itu, peserta juga dibekali keterampilan dasar seperti manajemen waktu, etika bersosialisasi, serta kemampuan menyampaikan pendapat secara santun. Nilai-nilai ini diharapkan menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan dunia nyata, baik di sekolah maupun lingkungan sosial.
Rencana Pengembangan Program
Kadisdikbud Kabupaten Kuningan, Uu Kusmana, mengungkapkan bahwa Program Karakter Semi Militer Kuningan akan dikembangkan tidak hanya untuk siswa SMP, tapi juga menyasar siswa SMA/SMK di tahap berikutnya.
“Kami tengah menyusun kurikulum lanjutan berbasis karakter, yang akan dikolaborasikan dengan pihak sekolah dan keluarga. Harapannya, pembentukan karakter ini menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya institusi pendidikan,” ujarnya.
Bahkan, Pemkab Kuningan telah membuka komunikasi dengan provinsi agar program ini bisa menjadi contoh nasional dan direplikasi oleh daerah lain.
Tanggapan Positif dari Peserta dan Orang Tua
Banyak orang tua siswa menyambut baik kegiatan ini. Mereka mengaku anak-anak mereka menunjukkan perubahan sikap yang signifikan setelah mengikuti program. Salah satu orang tua peserta, Ibu Sari (43), mengaku anaknya kini lebih disiplin dan sopan dalam berkomunikasi.
“Biasanya bangun pagi susah, sekarang justru dia inisiatif bangun subuh dan salat. Saya terharu sekali,” ucapnya.
Para peserta juga menyatakan bahwa awalnya mereka mengira program ini akan berat, namun ternyata menyenangkan karena dilakukan secara kekeluargaan, tanpa tekanan.
Dengan keberhasilan pelaksanaan tahap awal, Program Karakter Semi Militer Kuningan berpotensi menjadi ikon pendidikan karakter di Jawa Barat, bahkan Indonesia. Komitmen pemerintah daerah yang kuat, dukungan lintas sektor, serta semangat para peserta menjadi modal utama keberlanjutan program ini di masa mendatang.


[…] disalurkan oleh pemerintah pusat. Menjelang 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Kuningan, Pemerintah Kabupaten Kuningan menerima sebanyak 63 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian Republik […]
[…] Program Pendidikan Karakter di Kuningan yang dilaksanakan di kantor BKPSDM Desa Ciloa, Kecamatan Kramatmulya, dirancang berjalan selama dua pekan dalam beberapa gelombang. Program ini fokus pada pembinaan fisik ringan, peningkatan disiplin, dan penanaman nilai-nilai kebangsaan kepada siswa SMP sebagai peserta didik. […]